Sabtu, 13 Juli 2013

Kenapa Penguin Tidak Bisa Terbang?

Tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 31 Maret 2008, masyarakat dunia dikejutkan oleh penemuan BBC yang disajikan dalam format video dokumenter yang menunjukkan sekelompok penguin sedang terbang bermigrasi dari kutub selatan menuju hutan tropis di Amerika Selatan. Sontak video tersebut menjadi perdebatan dan dibahas secara luas. Namun, ternyata video tersebut hanyalah sebuah video rekayasa dengan teknologi canggih yang disiapkan BBC untuk menyambut Hari April Mop yang jatuh pada keesokan harinya. Faktanya, penguin tidak akan pernah dapat terbang seperti yang digambarkan dalam video tersebut. Ada sejumlah alasan mengapa penguin tidak dapat terbang di udara, berikut hasil kajian BerbagaiHal dari berbagai sumber terpercaya.

Makanan Utama Penguin Berada di Dalam Air

Seperti yang kita ketahui, makanan utama penguin adalah ikan dan makhluk hidup laut lainnya semisal udang dan cumi-cumi. Ikan yang menjadi santapan utama penguin ini berenang cukup dalam di bawah permukaan air. Sehingga terbang seperti elang atau burung pemakan ikan lainnya kemudian menyergap ikan yang berenang di permukaan tidak akan membuat penguin dapat menangkap ikan-ikan ini dengan mudah.

Untuk bisa menangkap mangsanya tidak ada jalan lain melainkan dengan cara menyelam. Oleh karena itu, penguin harus menyelam dan bukannya terbang. Selain itu, hampir tidak ada predator tanah yang memangsa penguin, sehingga membuat penguin tidak perlu untuk mengembangkan mekanisme pertahanan dengan cara terbang untuk menjauhi predator tersebut. Sederhananya, mereka tidak terbang karena mereka tidak perlu untuk terbang.

Bobot Tubuh Penguin Terlalu Berat

Penguin tidak bisa terbang di udara karena sayap mereka terlalu kecil untuk dapat mengangkat berat badan mereka yang cukup besar. Daya yang diperlukan untuk tetap melayang melawan gravitasi sebanding dengan lebar sayap. Sayap yang penguin miliki berukuran sangat kecil, selain itu bobot tubuh mereka juga sangat berat. Penguin yang paling berat memiliki bobot yang jauh lebih berat daripada burung-burung yang dapat terbang yang terberat. Tubuh berat penguin adalah hasil dari struktur tulang khusus mereka dan lemak yang mereka bawa. Lemak ini berguna melindungi penguin dari cuaca dingin yang ekstrem (Baca: Cara Penguin Bertahan dalam Kondisi Dingin yang Ekstrem).

Air dingin dapat menghilangkan panas dari tubuh lebih cepat daripada udara, sehingga isolator untuk menahan panas dengan baik sangat diperlukan, yaitu lemak. Berdasarkan perhitungan ilmu penerbangan, penguin harus mengepakkan sayapnya sekurang-kurangnya 35 kali per detik (setara dengan burung kolibri) untuk tetap melayang di udara. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan energi dalam jumlah yang besar, sementara penguin tidak memilikinya. Bahkan penguin tidak mampu hanya untuk menciptakan energi yang cukup untuk lepas landas memulai penerbangannya.

Sayap Penguin Terlalu Kecil

Jika penguin tidak bisa terbang karena mereka memiliki sayap kecil seperti itu, maka mengapa mereka memiliki sayap yang kecil? Karena air memiliki masa jenis yang jauh lebih besar daripada udara, sayap penguin harus lebih pendek dan lebih gemuk dibandingkan dengan sayap burung terbang. Karena, dengan sayap kecil tersebut penguin hanya terkena sedikit hambatan oleh air dan membuat penguin lebih lincah dan tangkas di dalam air.

Tulang sayap mereka menyatu dengan lurus, bukan miring seperti burung terbang, dan hal ini membuat sayap penguin lebih kaku dan lebih kuat seperti sebuah sirip. Sayap kecil dan bentuk tubuh yang ramping penguin sangat ideal untuk menyelam di dalam air. Sayap yang lebih besar akan menciptakan hambatan yang terlalu banyak, sedangkan sayap penguin yang berukuran kecil sangat baik untuk berenang dan menyelam dalam kecepatan tinggi.

Penguin Memiliki Struktur Tulang yang Padat dan Berat

Tidak seperti kebanyakan burung atau unggas lainnya, penguin tidak memiliki tulang yang berongga, sehingga penguin menjadi jauh lebih berat dan lebih sulit untuk sayap kecil mereka mengangkat tubuh mereka yang berat ini untuk dapat terbang. Sedangkan kebanyakan burung terbang akan memiliki tulang berongga untuk membuat bobot tubuh lebih ringan sehingga lebih mudah ketika terbang. Struktur tulang yang padat pada penguin bertindak sebagai semacam pemberat untuk membantu ketika mereka menyelam. Selain itu, tulang yang padat juga lebih tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan tekanan air yang tinggi ketika mereka menyelam.

Penguin Dirancang Untuk "Terbang" di Dalam Air

Penguin memiliki tingkat mioglobin yang lebih tinggi. Mioglobin adalah cara utama penguin untuk menyimpan cadangan oksigen ketika menyelam dalam waktu yang lama (Baca: Cara Penguin Menyelam Dalam Waktu yang Lama). Berbeda dengan otot pada burung terbang yang dipenuhi dengan mitokondria dan enzim untuk menambah daya dan energi yang digunakan untuk penerbangan.

Burung terbang tidak bisa menghabiskan banyak waktu di bawah air seperti penguin karena mereka memiliki mioglobin lebih sedikit. Selain itu, bulu penguin juga dioptimalkan untuk lingkungan akuatik. Bulu penguin yang pendek dan ketat untuk membuat permukaan halus sehingga hambatan ketika menyelam di dalam air akan menjadi lebih rendah. Sementara burung terbang memiliki bulu yang sangat berbeda yang halus untuk menjebak udara dan mengangkat mereka terbang di angkasa.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar